Rangkaian logika adalah rangkaian yang menerapkan
dasar-dasar logika dalam pemakaiannya. Dasar-dasar logika adalah operasi yang
menerapkan Pada umumnya rangkaian logika menggunakan gerbang-gerbang
logika yang terintegrasi dalam satu IC.
Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut
dengan Logic Gate adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang
berfungsi untuk mengubah satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah
sinyal Output (Keluaran) Logis. Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem
bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan
menggunakan Teori Aljabar Boolean.
Menurut para Ahli
- Rits (1992;6) Logika adalah ilmuyang berkaitan dengan hukum-hukum dan patokan yang dikenakan pada peragaan kesimpulan dengaa n menerapkan azas-azas penalaran
- Aristoteles (384 - 322 SM) merumuskan tentang " Logikaa Keterangan (Propositional Logic)" teori susunan pikir (silogisme) bahwa kitan logika dapat dinyatakan sebagai kalimat-kalimat menerangkan
- George Simon Boole (1815 - 1864) menerbitan risalah " A mathematical Analiysis of Logic " (AnalisaMatematika tentang Logika) ia menemukan bahwa sistem aljabar akan dapat dikenakan pada penalaran logika.yang berkaitan dengan keterangan - keterangan.
Terdapat 7 jenis Gerbang Logika Dasar yang membentuk
sebuah Sistem Elektronika Digital, yaitu :
- Gerbang AND
- Gerbang OR
- Gerbang NOT
- Gerbang NAND
- Gerbang NOR
- Gerbang X-OR (Exclusive OR)
- Gerbang X-NOR (Exlusive NOR)
2.1.1. Gerbang Not (Not Gate)
Gerbang NOT atau juga bisa disebut dengan pembalik (inverter) memiliki fungsi membalik logika tegangan inputnya pada outputnya. Sebuah inverter (pembalik) adalah gerbang dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana keadaan keluaranya selalu berlawanan dengan keadaan masukan. Membalik dalam hal ini adalah mengubah menjadi lawannya. Karena dalam logika tegangan hanya ada dua kondisi yaitu tinggi dan rendah atau “1” dan “0”, maka membalik logika tegangan berarti mengubah “1” menjadi "0” atau sebaliknya mengubah nol menjadi satu. Simbul atau tanda gambar pintu NOT ditunjukkan pada gambar dibawah ini
2.1.2. GERBANG AND (AND GATE)
Gerbang AND (AND GATE) atau dapat pula disebut gate AND ,adalah suatu rangkaian logika yang mempunyai beberapa jalan masuk (input) dan hanya mempunyai satu jalan keluar (output). Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Dalam gerbang AND, untuk menghasilkan sinyal keluaran tinggi maka semua sinyal masukan harus bernilai tinggi.
Gerbang AND (AND GATE) atau dapat pula disebut gate AND ,adalah suatu rangkaian logika yang mempunyai beberapa jalan masuk (input) dan hanya mempunyai satu jalan keluar (output). Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Dalam gerbang AND, untuk menghasilkan sinyal keluaran tinggi maka semua sinyal masukan harus bernilai tinggi.
2.1.3. GERBANG OR (OR GATE)
Gerbang OR berbeda dengan gerbang NOT yang
hanya memiliki satu input, gerbang ini memiliki paling sedikit 2 jalur input.
Artinya inputnya bisa lebih dari dua, misalnya empat atau delapan. Yang jelas
adalah semua gerbang logika selalu mempunyai hanya satu output. Gerbang OR
akan memberikan sinyal keluaran tinggi jika salah satu atau semua sinyal
masukan bernilai tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya
memiliki sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah.
2.1.4. Gerbang NAND
Gerbang NAND adalah suatu NOT-AND, atau suatu fungsi AND yang dibalikkan. Dengan kata lain bahwa gerbang NAND akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai tinggi.
2.1.5. Gerbang NOR
Gerbang NOR adalah suatu NOT-OR, atau suatu fungsi
OR yang dibalikkan sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang NOR akan
menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukanya bernilai
rendah.
2.1.6. Gerbang X-OR
Gerbang X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran
rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah atau semua masukan bernilai
tinggi atau dengan kata lain bahwa X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran
rendah jika sinyal masukan bernilai sama semua.
2.1.7. Gerbang X-NOR
Gerbang X-NOR akan menghasilkan sinyal keluaran
tinggi jika semua sinyal masukan bernilai sama (kebalikan dari gerbang X-OR).
![]() |
Gmb 1 : Rangkaian Gerbang Logika
|
2.2. RANGKAIAN
GERBANG KOMBINASI
Semua rangkaian
logika dapat digolongkan atas dua jenis, yaitu rangkaian kombinasi
(combinational circuit) dan rangkaian berurut (sequential circuit). Perbedaan
kedua jenis rangkaian ini terletak pada sifat keluarannya. Keluaran suatu
rangkaian kombinasi setiap saat hanya ditentukan oleh masukan yang diberikan
saat itu. Keluaran rangkaian berurut pada setiap saat, selain ditentukan oleh
masukannya saat itu, juga ditentukan oleh keadaan keluaran saat sebelumnya,
jadi juga oleh masukan sebelumnya. Jadi, rangkaian berurut tetap mengingat
keluaran sebelumnya dan dikatakan bahwa rangkaian ini mempunyai ingatan
(memory). Kemampuan mengingat pada rangkaian berurut ini diperoleh dengan
memberikan tundaan waktu pada lintasan balik (umpan balik) dari keluaran ke
masukan. Secara diagram blok, kedua jenis rangkaian logika ini dapat
digambarkan seperti pada Gambar 1.” (Albert Paul Malvino, Ph.D.)
![]() |
Gmb 3. Model Umum Rangkaian Logika
|
(a) Rangkaian Kombinasi
(b) Rangkaian Berurut
2.2.1. PERANCANGAN RANGKAIAN KOMBINASI
Rangkaian kombinasi
mempunyai komponen-komponen masukan, rangkaian logika, dan keluaran,
tanpa umpan balik. Persoalan yang dihadapi dalam perancangan (design) suatu rangkaian
kombinasi adalah memperoleh fungsi Boole beserta diagram rangkaiannya dalam
bentuk susunan gerbang-gerbang. Seperti telah diterangkan sebelumnya, fungsi
Boole merupakan hubungan aljabar antara masukan dan keluaran yang diinginkan.
Langkah pertama dalam merancang setiap rangkaian logika adalah menentukan apa
yang hendak direalisasikan oleh rangkaian itu yang biasanya dalam bentuk uraian
kata-kata (verbal). Berdasarkan uraian kebutuhan ini ditetapkan jumlah masukan
yang dibutuhkan serta jumlah keluaran yang akan dihasilkan. Masing-masing
masukan dan keluaran diberi nama simbolis. Dengan membuat tabel kebenaran yang
menyatakan hubungan masukan dan keluaran yang diinginkan, maka keluaran sebagai
fungsi masukan dapat dirumuskan dan disederhanakan dengan cara-cara yang telah
diuraikan dalam bab-bab sebelumnya.
Berdasarkan persamaan yang diperoleh ini, yang
merupakan fungsi Boole dari pada rangkaian yang dicari, dapat
digambarkan diagram rangkaian logikanya Ada kalanya fungsi Boole yang
sudah disederhanakan tersebut masih harus diubah untuk memenuhi kendala yang
ada seperti jumlah gerbang dan jenisnya yang tersedia, jumlah masukan setiap
gerbang, waktu perambatan melalui keseluruhan gerbang (tundaan waktu),
interkoneksi antar bagian-bagian rangkaian, dan kemampuan setiap gerbang untuk
mencatu (drive) gerbang berikutnya. Harga rangkaian logika umumnya
dihitung menurut cacah gerbang dan cacah masukan keseluruhannya. Ini berkaitan
dengan cacah gerbang yang dikemas dalam setiap kemasan.
Gerbang-gerbang logika yang
tersedia di pasaran pada umumnya dibuat dengan teknologi rangkaian terpadu (Integrated
Circuit, IC). Pemaduan (integrasi) gerbang-gerbang dasar seperti NOT, AND,
OR, NAND, NOR, XOR pada umumnya dibuat dalam skala kecil (Small Scale
Integration, SSI) yang mengandung 2 sampai 6 gerbang dalam setiap kemasan.
Kemasan yang paling banyak digunakan dalam rangkaian logika sederhana berbentuk
DIP (Dual- In-line Package), yaitu kemasan dengan pen-pen hubungan ke luar
disusun dalam dua baris sejajar. Kemasan gerbang-gerbang dasar umunya mempunyai
14-16 pen, termasuk pen untuk catu daya positif dan nol (Vcc dan Ground).
Setiap gerbang dengan 2 masukan membutuhkan 3 pen (1 pen untuk keluaran)
sedangkan gerbang 3 masukan dibutuhkan 4 pen. Karena itu, satu kemasan 14 pen
dapat menampung hanya 4 gerbang 2 masukan atau 3 gerbang 3 masukan.
Dalam praktek kita sering terpaksa menggunakan gerbang-gerbang
yang tersedia di pasaran yang kadang-kadang berbeda dengan kebutuhan
rancangan kita. Gerbang yang paling banyak tersedia di pasaran adalah gerbang-gerbang
dengan 2 atau 3 masukan. Umpamanya, dalam rancangan kita membutuhkan gerbang
dengan 4 atau 5 masukan dan kita akan mengalami kesulitan memperoleh gerbang
seperti itu. Karena itu kita harus mengubah rancangan sedemikian sehingga
rancangan itu dapat direalisasikan dengan gerbang-gerbang dengan 2 atau
3 masukan. Kemampuan pencatuan daya masing-masing gerbang juga membutuhkan
perhatian. Setiap gerbang mampu mencatu hanya sejumlah tertentu gerbang lain di
keluarannya (disebut sebagai fan-out). Ini berhubungan dengan kemampuan setiap
gerbang dalam menyerap dan mencatu arus listrik. Dalam perancangan harus kita
yakinkan bahwa tidak ada gerbang yang harus mencatu terlalu banyak gerbang lain
di keluarannya. Ini sering membutuhkan modifikasi rangakaian realisasi yang
berbeda dari rancangan semula. Mengenai karakteristik elektronik gerbang-gerbang
logika dibahas dalam Lampiran A.” (Albert Paul Malvino, Ph.D.)
2.3. IMPLEMENTASI RANGKAIAN GERBANG LOGIKA DENGAN GERBANG NAND
2.3.1. Gerbang NAND (NOT And)
“Gerbang NAND dan NOR merupakan
gerbanguniversal, artinya hanya dengan menggunakan jenisgerbang NAND saja atau
NOR sajadapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang dasar yang lain (AND, OR,
NOT). Multilevel, artinya: denganmengimplementasikan gerbang NAND
atau NOR, akan ada banyak level / tingkatan mulai dari sisitem input sampai
kesisi output. Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah
rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang
terdapat dalam sebuah IC, sehingga menghemat biaya.
Gerbang
NAND adalah pengembangan dari gerbang AND. Gerbang
ini sebenarnya adalah gerbang AND yang pada outputnya dipasang gerbang
NOT. Gerbang yang paling sering digunakan untuk membentuk rangkaian
kombinasi adalah gerbang NAND dan NOR, dibanding dengan AND dan OR. Dari sisi
aplikasi perangkat luar, gerbang NAND dan NOR lebih umum sehingga
gerbang-gerbang tersebut dikenal sebagai gerbang yang “universal”. Gerbang-gerbang
NOT, AND dan OR dapat di-substitusi ke dalam bentuk NAND saja, dengan hubungan
seperti gambar 2.
![]() |
gmb 4. Subtitusi Beberapa gerbang
dasar menjadi NAND
|
Rangkaian Asal Rangkaian Dengan NAND
saja
![]() |
gmb 5. Implementasi gerbang NAND
|
Untuk mendapatkan persamaan dengan menggunakan NAND
saja, maka persamaan asal harus dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga
hasil akhir yang didapatkan adalah persamaan dengan NAND saja. Gerbang
NAND sangat banyak di pakai dalam computer modern dan mengeti pemakaiannya
sangat berharga bagi kita, untuk merancang jaringan gerbang NAND ke
NAND, gunakan prosedur tabel kombinasi untuk ungkapan jumlah hasil kali.
Dalam perancangan logika, gerbang logika
siskrit tidak selalu digunakan ttapi biasanya beisi banyak gerbang, karena itu,
biasanya lebih disukai untuk memanfaatkan satu jenis gerbang, dan bukan
campuran beberapa gerbang untuk alasan ini konversi gerbang digunakan untuk
menyatukan suatu fungsi gerbang tertentu dengan cara mengombinasikan beberapa
gerbang yang bertipe sama, suatu misal implementasi gerbang NAND ke
dalam gerbang NO, gerbang AND dan gerbang OR (Kf Ibrahim, “Tehnik
Digital”).
Pertimbangan lain nya dalam impelemtasi fungis boole
berkaitan dengan jenis gate yang digunakan, seringkali di rasakan perlu nya
untuk mengimplimentasikan fungsi boole dengan hanya menggunakan gate-gate NAND
saja, walaupun mungkin tidak merupakan implementasi gate minimum, teknik
tersebut memiliki keuntungan dan keteraturan yang dapat menyederhanakan proses
pembuatan nya di pabrik. (wiliam steling).
2.4. Decoder
Decoder
adalah suatu rangkaian logika kombinasional yang mampu
mengubah masukan kode biner n-bit ke m-saluran keluaran sedemikian rupa
sehingga setiap saluran keluaran hanya satu yang akan aktif dari beberapa
kemungkinan kombinasi masukan. Gambar 2.14 memperlihatkan diagram dari
decoder dengan masukam n = 2 dan keluaran m = 4 ( decoder 2 ke 4). Setiap n
masukan dapat berisi logika 1 atau 0, ada 2N kemungkinan kombinasi dari
masukan atau kode-kode. Untuk setiap kombinasi masukan ini hanya satu dari m
keluaran yang akan aktif (berlogika 1), sedangkan keluaran yang lain adalah
berlogika 0. Beberapa decoder didisain untuk menghasilkan keluaran low pada
keadan aktif, dimana hanya keluaran low yang dipilih akan aktif sementara
keluaran yang lain adalah berlogika 1. Dari keadaaan aktif keluaranya, decoder
dapat dibedakan atas “non inverted output” dan “inverted output”. (David
Bucchlah, Wayne McLahan)
SUMBER
PUSTAKA:
Gerbang Logika
4/
5
Oleh
Muhammad Ilham











